Menanam Sebagai Bentuk Keteladanan Ekoteologi  

Nawala131 Dilihat

Halmaherapedia.com— Rabu (21/1/2026) lalu saat kembali dari satu acara kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Barat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Amar Manaf bersama rombongan sempat singgah di salah satu tempat pembibitan buah di Jailolo dan memborong berbagai jenis bibit buah yang dikembangkan.

Puluhan pohon bibit buah yang diborong itu rencana ditanam  di kebun miliknya. Ada durian, rambutan, mangga hingga alpukat. Bibit  tersebut dibeli  dan rencana  ditanam sekaligus menjadi kebun buah milik pribadi.

Bagi Amar  membeli bibit buah-buahan ini sebenarnya adalah bentuk  kepedulian yang dimulai dari diri sendiri, sekaligus mewujudkan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Bagi Amar, ini adalah bagian dari kebiasaan hidup ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan bukan dalam rangka kegiatan seremonial, melainkan  bentuk kesadaran dan tanggung jawab pribadi dalam merawat bumi.

“Menjaga dan merawat bumi adalah bagian dari ibadah. Ini bukan hanya karena program atau instruksi, tetapi karena kesadaran iman dan tanggung jawab moral sebagai manusia,”ujarnya.

Baginya, menanam pohon buah hasilnya memiliki nilai keberkahan yang berkelanjutan. Selain menjaga keseimbangan alam, tanaman yang ditanam juga memberikan manfaat ekonomi, kesehatan, dan keberlangsungan hidup bagi generasi mendatang.

KTU Kemenag Samsudin Fataruba ikut memilih bibit buah yang akan dibeli,foto Humas

Sementaar Kabag TU Kanwil H. Samsuddin Fatahuddin  yang turut serta memilih bibit tersebut mengatakan, apa yang dilakukan itu adalah  aksi sederhana, namun  sekaligus menjadi teladan bahwa semangat ekoteologi tidak berhenti pada wacana atau kegiatan institusional.

“Kegiatan   ekoteologi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ruang-ruang pribadi,” katanya.

Apa yang dilakukan  Kakanwil ini harapannya  dapat menginspirasi ASN Kementerian Agama dan masyarakat luas untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup.

Caranya dimulai dari langkah kecil dan konsisten, merawat bumi.  Ini adalah tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, tanpa harus menunggu ada program atau momentum tertentu.(aji)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *