Home Nawala Menanam Sebagai Bentuk Keteladanan Ekoteologi  
Nawala

Menanam Sebagai Bentuk Keteladanan Ekoteologi  

Bagikan
Kakanwil Agama Malut Amar Manaf paling kiri menunjukan bibit buah yang dibeli di tempat pembibitan, foto humas
Bagikan

Halmaherapedia.com— Rabu (21/1/2026) lalu saat kembali dari satu acara kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Barat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Amar Manaf bersama rombongan sempat singgah di salah satu tempat pembibitan buah di Jailolo dan memborong berbagai jenis bibit buah yang dikembangkan.

Puluhan pohon bibit buah yang diborong itu rencana ditanam  di kebun miliknya. Ada durian, rambutan, mangga hingga alpukat. Bibit  tersebut dibeli  dan rencana  ditanam sekaligus menjadi kebun buah milik pribadi.

Bagi Amar  membeli bibit buah-buahan ini sebenarnya adalah bentuk  kepedulian yang dimulai dari diri sendiri, sekaligus mewujudkan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Bagi Amar, ini adalah bagian dari kebiasaan hidup ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan bukan dalam rangka kegiatan seremonial, melainkan  bentuk kesadaran dan tanggung jawab pribadi dalam merawat bumi.

“Menjaga dan merawat bumi adalah bagian dari ibadah. Ini bukan hanya karena program atau instruksi, tetapi karena kesadaran iman dan tanggung jawab moral sebagai manusia,”ujarnya.

Baginya, menanam pohon buah hasilnya memiliki nilai keberkahan yang berkelanjutan. Selain menjaga keseimbangan alam, tanaman yang ditanam juga memberikan manfaat ekonomi, kesehatan, dan keberlangsungan hidup bagi generasi mendatang.

KTU Kemenag Samsudin Fataruba ikut memilih bibit buah yang akan dibeli,foto Humas

Sementaar Kabag TU Kanwil H. Samsuddin Fatahuddin  yang turut serta memilih bibit tersebut mengatakan, apa yang dilakukan itu adalah  aksi sederhana, namun  sekaligus menjadi teladan bahwa semangat ekoteologi tidak berhenti pada wacana atau kegiatan institusional.

“Kegiatan   ekoteologi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ruang-ruang pribadi,” katanya.

Apa yang dilakukan  Kakanwil ini harapannya  dapat menginspirasi ASN Kementerian Agama dan masyarakat luas untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup.

Caranya dimulai dari langkah kecil dan konsisten, merawat bumi.  Ini adalah tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, tanpa harus menunggu ada program atau momentum tertentu.(aji)

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Halmahera TengahNawala

Sambut Pilkades 2026, APDESI Halmahera Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas

WEDA - Wakil Ketua I APDESI Halmahera Tengah Muhammad Ikbal bersama jajaran...

Nawala

Bangun Rumah Baca dan Tumbuhkan Minat Baca Anak di Daerah 3T

Halmaherapedia--Provinsi Maluku Utara terus mencatatkan kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber...

DaerahNawala

Fakultas Teknik Unhas – Unkhair Jalin Kerja sama Program Doktoral By- Research

TERNATE— Dua fakultas teknik perguruan tinggi di Indonesia timur yakni Fakultas Teknik...

Nawala

Rektor IAIN Ternate Bicara Tanggung Jawab Alumni dan Motivasi Mahasiswa UIN Datokarama

  TERNATE—Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate Dr Adnan Mahmud diundang...