Maluku Utara Dilanda Banjir, Halmahera Barat Paling Parah, SAR Diterjunkan

Halmaherapedia.com– Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Maluku Utara dalam  tiga  hari berturut-turut  sejak Senin (5/1/2025) hingga Rabu pagi menimbulkan banjir dan tenggelamnya pemukiman warga di berbagai tempat. Dari Ternate, Halmahera Barat hingga Halmahera Utara.

Di Ternate  air yang meluap dari kali mati dan selokan  dengan  membawa  berbagai jenis sampah menyebabkan sejumlah kelurahan di Kota Ternate terendam . Hujan dengan intensitas tinggi  di Pulau Ternate dan sekitarnya  Sejak Senin  (5/1/2026) siang hingga Selasa (6/1/2026) mengakibatkan sejumlah titik di beberapa Kelurahan terendam banjir.

Di Kelurahan Tafure banjir siang hingga sore. Rumah warga  terendam  dengan ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa. Air dalam selokan meluap karena selokan  kecil ditambah   sampah kiriman dari hulu  menutup jalan. Di kawasan   Kompi Brimob Polda Maluku Utara  salurannya sangat besar  sayangnya, selokan di pemukiman   kecil ditambah  tumpukan sampah kiriman membuat  air meluap dan masuk  rumah warga.

Genangan air surut setelah warga  membobol tembok mako Brimob untuk mengalirkan  air.  Di sejumlah tempat di kawasan Salero dan Sangaji juga mengalami hal serupa air di dalam selokan meluap dan menyebabkan rumah warga terendam banjir.  Di  bagian selatan kondisi genangan air memenuhi jalan hingga jalan kendaraan terhambat terjadi di Kelurahan Bastiong,

Di beberapa tempat terlihat sampah di selokan menumpuk membuat air meluap dan menggenangi pemukiman warga.  Ada batang pisang, kursi rusak, drum bekas hingga berbagai sampah plastic menutup jalur air.

Kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Pulau Hiri. Sebuah embung yang dibangun di pulau itu untuk menampung air, malah menjadi musibah  setelah airnya meluap. Luapannya menyebabkan banjir  menghantam permukiman warga  kelurahan Tafraka pada Rabu  dini hari sekira pukul 03.00 WIT.  Banjir datang  saat warga masih tertidur lelap. Dalam kejadian ini  tiga rumah warga terendam air. Akibatnya tiga KK masing-masing  Loga  Marjan, Nyong Popo, dan Rusni Taher air   merendam perabotan rumah tangga hingga warga  berupaya menyelamatkan barang-barang mereka.

Banjir yang terjadi di Ibu Halmahera Barat Maluku Utara Rabu (7, Januari 20205 pagi) foto warga Halbar

 

“Banjir akibat luapan air embung ini bukan  yang pertama. Setiap   hujan,  warga selalu  jadi korban karena sistem drainase dan saluran air belum ditangani  maksimal,”kata Lurah Tufraka  Ibrahim Nifu. Dia bilang   telah turun  ke lokasi meninjau dan mendata  awal   rumah warga yang terdampak. Hanya saja penanganan jangka pendek   tidak akan menyelesaikan persoalan jika tidak dibarengi langkah instansi terkait.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terus terulang.,” tegasnya.

Dari Halmahera Utara, tepatnya di Kecamatan Loloda Utara hujan  mengguyur daerah itu sejak Selasa (6/1/)  menyebabkan longsor dan banjir hebat  melanda sejumlah desa.

Tiga desa  terdampak   parah  yakni Desa Doitia, Asimiro, Ngajam dan Worimoi. Desa-desa ini terdampak air yang meluap dari  sungai  kemudian menggenangi pemukiman warga sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Di Desa Doitia, air banjir   meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Derasnya aliran air  menutup akses masuk desa tersebut. Warga menyebut, banjir  dahsyat  itu  baru pertama kali terjadi, berlangsung selama berjam-jam tanpa henti.

Tak hanya merendam rumah warga yang bermukim di pesisir pantai  dievakuasi ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko gelombang dan luapan air  semakin tinggi. Di Desa Worimoi dilaporkan  juga terendam akibat meluapnya air sungai di desa tersebut.  Warga lalu   mengungsi ke wilayah perbukitan  untuk menyelamatkan diri.

Kondisi paling miris terjadi di kecamatan Ibu Halmahera Barat. Banjir bandang yang melanda sejumlah desa di ibu kota  tersebut  tidak hanya merasakan dampak  luapan  air. Air bah  yang turun  membawa batang pohon hingga  menghantam sejumlah rumah.

Kampung-kampung  ini ternedam karena air yang meluap dari  sungai Ake Boso. Tiga Desa  yakni  Desa Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal dan Desa Gamlamo diterjang banjir parah. Air yang meluap  menenggelamkan kampong  dengan ketinggian mencapai 3 meter dan merendam 80 persen rumah penduduk  termasuk fasilitas umum.   Di  Desa Tongute Ternate dan Tongute Ternate Asal  paling parah. Listrik   padam  dan   jaringan telpon juga  terputus.  Banjir juga terjadi di Desa Togola Sanger, Tahafo dan Togola Wayoli.

Sementara di Kecamatan Ibu Selatan dua Desa juga terdampak banjir, yakni Desa Sarau dan Desa Talaga.   Banjir  serta longsor juga terjadi di  antara gunung batu dan gunung cengkeh Desa Ngalo-ngalo kec Ibu Selatan membuat jalur transportasi  Ibu-Jailolo terputus. Di  Ibu Utara, jalan tidak bisa dilalui lantaran tertutup material akibat banjir dan tanah longsor.

“Tnah longsor  menutupi jalan di ujung Desa Borona. Akibatnya, jalur transportasi menuju Desa Tolisaor, Aru Jaya, Pasalulu dan Togoreba Tua tidak bisa di lalui kendaraan,”  kata Wakil Bupati  Halmahera Barat Jufri Muhammad dalam pernyataan resminya kepada media..

Di Desa Tolofuo dan Desa Soasio   Loloda, juga dilaporkan terjadi  longsor  menghantam yang rumah warga. Kejadian yang sama  di Sahu Timur,  terjadi di Desa Gamomeng dan Idam Gamlamo  Sahu Timur  menyebabkan banyak rumah terendam.

Sementara di  Sahu, banjir  terjadi di desa Balisoan Utara dan Desa RTB. Banjir  terjadi lantaran air kali meluap di Desa Jarakore dan Desa Lako Akelamo.  Longsor  terjadi di Desa Sasur,  menimpa rumah penduduk. Di desa Goro-goro Kecamatan Sahu, banjir dan longsor menyebabkan warga mengungsi ke gedung gereja.

Terkait kejadian ini tim informasi yang dihimpun Halmaherapedia,menyebutkan tim  dari Kantor Pencarian dan Pertolongan  (SAR) Ternate  diterjunkan untuk bantuan evakuasi. SAR Ternate mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) ke TKP. Tim   dengan Kapal KN SAR 237 Pandu Dewanata dari Pelabuhan Ahmad Yani menuju Pelabuhan Jailolo   membawa peralatan pendukung operasi SAR.

Sementara, SRU 2 lewat darat  dengan rescue car dan truk personel menuju Pelabuhan Sidangoli, selanjutnya  ke  Ibu untuk  evakuasi warga yang masih terjebak banjir. Berbagai  unsur terlibat dalam  operasi ini yaitu  Basarnas, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD  Halbar, TNI/Polri, potensi SAR lainnya, serta masyarakat setempat.(aji/diolah dari berbagai sumber) 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *