Banjir Sumatra: Kementerian membuka 39 dapur umum, menghabiskan Rp2 miliar setiap hari

Jakarta, 09/12 (ANTARA) – Kementerian Sosial RI telah mendirikan 39 dapur umum di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk menyediakan makanan bagi korban banjir dan tanah longsor. Anggaran yang dihabiskan sekitar Rp 2 miliar setiap harinya, kata menteri tersebut, Selasa

Menteri Saifullah Yusuf mengatakan dapur umum telah ditempatkan secara strategis di dekat akses mudah ke jalur pasokan untuk memastikan bahan baku dapat dikirim dengan cepat dan kegiatan memasak dapat segera dimulai.

“Kami mendirikan dapur umum ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kelompok masyarakat. Dapur umum dikelola secara swadaya oleh masyarakat, sedangkan bahan makanannya kami yang sediakan,” ujarnya.

Ke-39 dapur tersebut memiliki kapasitas untuk memproduksi 420.000 makanan per hari, cukup untuk tiga kali makan sehari bagi ribuan pengungsi, menurut Yusuf.

Selain menyediakan makanan, kementerian juga membeli pasokan penting, berkoordinasi dengan militer, kepolisian nasional, dan badan tanggap bencana (BNPB) untuk mempertahankan dukungan logistik.

“Dapur telah beroperasi selama seminggu terakhir. Jumlah penerima manfaat berubah setiap hari karena beberapa pengungsi kembali ke rumah dan pendatang baru terus bertambah. Banyak daerah masih terisolasi, tetapi pemulihan sedang berlangsung secara bertahap,” ujar menteri tersebut.

Pemerintah telah mengerahkan 648 Taruna Siaga Bencana (Tagana) di tiga provinsi untuk membantu mengelola dapur umum. Tugas mereka meliputi pengadaan perlengkapan, pendistribusian bahan, koordinasi memasak, dan, di beberapa lokasi, memberikan dukungan psikososial bagi para korban.

Di beberapa daerah, staf dan relawan Tagana juga membantu program dukungan emosional bagi keluarga yang terkena dampak trauma.

Hingga 8 Desember, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 929 orang meninggal dunia dan 274 orang hilang akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang berdampak pada jutaan penduduk di 52 kabupaten dan kota.

Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan yang meluas: lebih dari 155.200 rumah rusak atau hancur, bersama dengan sekolah, klinik kesehatan, tempat ibadah, kantor pemerintah — dan lebih dari 400 jembatan.

Dapur umum kementerian bertujuan untuk memastikan bahwa meskipun pembangunan kembali dimulai, kebutuhan langsung para korban akan makanan dan dukungan terpenuhi, kata para pejabat.

Pewarta : Resinta Sulistiyandari
Editor : Rahmad Nasution

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *