Hikordia 9 Desember, Aparat Harus Komitmen Gaungkan Semangat Kejujuran

Headline, Peristiwa403 Dilihat

Halmaherapedia-  Hari Anti Korupsi  Sedunia (Hikordia) pada  9 Desember 2025,   penetapannya   oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Perayaan ini ditetapkan  PBB guna mengampanyekan  tindakan anti-korupsi  pada setiap orang di seluruh dunia.

Sejak  2024, di Indonesia kampanye  antikorupsi ini berfokus pada generasi muda karena posisinya yang unik untuk menegakkan standar etika di komunitas dan melawan korupsi di setiap tingkatan.

Melalui Hakordia, negara-negara di seluruh dunia ingin menunjukkan peran dan tanggung jawabnya dalam upaya pemberantasan korupsi yang telah menjadi kejahatan luar biasa saat ini.

Di Indonesia, KPK menggelar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia melalui sosialisasi, kampanye, dan penyadaran bahaya korupsi kepada masyarakat.

Hari penting ini di Maluku Utara  diperingati dengan berbagai kegiatan. Salah satunya seminar maupun  upacara resmi. Begitu juga  penegak hukum menyampaikan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi di daerah ini. Pemerintah daerah juga sama,  menyatakan  perang melawan korupsi.

Meski begitu, apakah semua pernyataan dan imbauan  sudah sesuai kenyataan?

Akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Nurdin I. Muhammad,  minta para kepala daerah Provinsi maupun Kabupaten Kota di Maluku Utara  perlu membangun komitmen  kuat terutama dalam upaya mendorong aparatnya bebas dari tindakan korupsi.

Menurutnya, saat ini yang namaya pemberantasan korupsi  sudah menjadi komitmen global  hingga lokal. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah daerah harus fokus dan serius   menjalankan agenda antikorupsi di daerahnya.

Hal yang paling urgen dan nyata  katanya, bagaimana pemerintah daerah mengelola APBD-nya. Karena dari sini sebenarnya  inti dari segala praktik korupsi yang dijalankan selama ini oleh para pejabat bersama   aparaturnya.

“Dalam upaya pemberantasan korupsi itu, pemerintah daerah perlu punya blue print  rencana detail  daerah. Hal  itu  perlu menjadi komitmen serius bersama,” kata Nurdin, Selasa (9/12/2025) dikutip dari RRI.co.id  Dia bilang adanya  korupsi yang  makin marak serta tidak sedikitnya kepala daerah  bersama  OPD terlibat,   menunjukkan ada permasalahan besar dalam sistem penanganan korupsi.

Karena itu dia menyarankan para kepala daerah mesti punya  komitmen  kuat tidak korupsi dan menerima gratifikasi. Tujuannya  pemerintahan yang dijalankan juga berlangsung  dengan bersih

“Aparat penegak hukum seperti KPK dan Kejaksaan  juga harus konsisten dan berani memberantas  korupsi agar hak-hak masyarakat dapat tersalurkan sebagaimana mestinya,” katanya.

Dia tidak lupa meminta  peran kampus.Pasalnya lembaga pendidikan tinggi   tidak hanya sebatas menjadi  penjaga moral, namun juga berdampak nyata terhadap pencegahan korupsi terutama dalam pengelolaan keuangan daerah.(aji)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *