Halmaherapedia— Muslimat Nahdlatul Ulama Maluku Utara menggelar Festival Qasidah tingkat Provinsi Maluku Utara, yang dibuka dengan resmi pada Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini dipusatkan di alun-alun Kota Sofifi Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Lomba yang menghadirkan peserta dari 10 Kabupaten/Kota menjadi pusat perhatian ribuan warga Sofifi saat pagelaran Festival Qasidah Rebana Klasik dan Bintang Vokalis yang digelar selama tiga hari itu. Ada panggung besar dibuat di pusat ibu kota itu menjadi tempat unjuk bakat bagi kurang lebih 300 peserta se -Maluku Utara itu.
Ajang yang digagas melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Muslimat NU Maluku Utara ini tidak hanya menjadi perayaan seni bernuansa religi, tetapi juga menjadi wadah besar pencarian talenta. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 400 juta.
Pemenang kategori qasidah klasik juga akan memperoleh kesempatan istimewa mewakili Maluku Utara di kompetisi tingkat nasional, dan seluruh biaya perjalanan ditanggung Pemprov Malut.
“Ini menjadi salah satu event seni religi terbesar di Maluku Utara. Bukan sekadar lomba, ada multi-efek yang ditimbulkan,” kata Gubernur Sherly Tjoanda saat membuka lomba ini.
Kesempatan itu dia ikut mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang telah menyelenggarakan kegiatan. “Festival seperti ini punya peran strategis menggali potensi masyarakat, khususnya Muslimat NU,” katanya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas jiwa dan budaya masyarakat. Pembangunan yang ideal mencakup pembangunan peradaban, seni, silaturahmi, dan kasih sayang. Ini sejalan dengan makna seni qasidah itu sendiri.
Dalam lomba ini Gubernur juga meminta para juri nasional memberikan penilaian seobjektif mungkin, sesuai kualitas peserta. Dia juga memastikan festival ini akan menjadi agenda tahunan, dengan fasilitas yang lebih nyaman bagi peserta. Sementara Ketua Muslimat NU Maluku Utara, Rosita Alting turut melaporkan beberapa kegiatan Muslimat kepada gubernur terkait ikut mensukseskan program pemerinta pusat dan daerah terkait stunting. Selain itu, pembinaan majelis Ta’lim, kampanye tentang perang terhadap kekerasan seksual anak di sekolah, dan pemeriksaan kesehatan serta melatih guru PAUD di bawah yayasan pendidikan Muslimat NU sebagai pintu awal mendidik anak anak di usia dini.
“Ini adalah bentuk kontribusi Muslimat NU Maluku Utara dalam mendukung program pembangunan yang dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah. Juga upaya menjaga ruang-ruang kebaikan, memberdayakan perempuan, serta membina akhlak keluarga,”katanya.
Pembukaan festival turut ini dihadiri juri qasidah nasional, Ketua TP PKK Maluku Utara Hj. Rusni Sarbin, Ketua Tanfidziyah NU Malut, dewan pakar Muslimat NU, para pimpinan OPD,perwakilan kontingen dari berbagai daerah, serta masyarakat Sofifi memenuhi area alun-alun.(adil)











