Halmaherapedia.com— Kolaborasi melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Yamaha Marine, Suzuki Marine bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mendukung para nelayan. Tujuannya membantu dan mendorong nelayan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk usaha mereka. Kegiatan sosialisasi ini dipusatkan di aula SMK Negeri 5 Ternate Jumat, (6/1/2026).
Pemerintah provinsi Malut memfasilitasi para nelayan agar mengenal KUR dan beraudiensi langsung dengan bank pemberi KUR yakni BRI. Dari situ, melakukan pinjaman dan membeli alat tangkap nelayan.
Untuk armada tangkap difasilitas penyediaannya oleh pemerintah provinsi Malut .
Gubernur Malut Sherly Tjoanda mengatakan, beban nelayan bisa dibagi setengahnya dengan pemerintah provinsi.
“Nelayan mendapatkan bodi perahu, Pemprov bisa membantu mesinnya. Sehingga bebannya ditanggung setengah-stengah,”ujar Sherly.
Kesempatan itu hadir juga pihak perusahaan Yamaha dan Suzuki menjelaskan kapasitas dan kemampuan masing-masing dengan nelayan memilih Yamaha, Suzuki 6 PK, 15 PK, 20 PK, sesuai kebutuhan mereka.
Pemprov setiap tahun hanya bisa memberikan 220 perahu, karena itu dalam masa jabatannya tidak akan mampu menjangkau 36 ribu nelayan di Maluku Utara. “Kita perlu bergandengan dengan BRI untuk mengatur supaya nelayan sebanyak itu dan belum punya bodi/perahu berkesempatan segera bisa mandiri.”ujar Gubernur Sherly.
Agus Aryad, pimpinan BRI Ternate bilang, karena masih tahap sosialisasi jadi belum ada yang daftar ajukan KUR. Pihaknya akan memverifikasi kembali keluhan nelayan soal KUR karena banyak yang masih mengeluhkan setoran dan jangka waktu pembanyarannya.
“Kami tunggu, mana nelayan-nelayan yang akan mengambil fasilitas KUR untuk pembelian bodi/perahu. Syarat data pribadi, yaitu KTP, Kartu Keluarga, buku nikah, surat nikah, yang di atas 50 (juta) wajib juga punya NPWP. Untuk setoran tergantung jangka waktunya,” jelas dia. Melalui KUR ini, pemprov Malut berharap bisa menjadikan nelayan yang belum punya alat tangkap bisa memilikinya dan bisa lebih mandiri.(mg2)











