60 Persen Komoditas Pangan Disuplai dari Sulut

Halmaherapedia– Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru harga berbagai kebutuhan pokok mengalami lonjakan. Sejumlah komoditas pangan alami  kenaikan  cukup siginifikan. Harga cabai nona dan bawang merah di Pasar Barito Bahari Berkesan, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, mengalami kenaikan signifikan.

Pantauan  di sejumlah pasar tradisional di Ternate menunjukan  komoditas seperti cabai nona dan bawang merah tercatat naik, sementara ada komoditas lain  masih stabil.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional Ternate  menjual  cabai nona semula  di kisaran Rp55 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp70 ribu per kilogram. Bawang merah yang pekan lalu masih di kisaran  Rp55 ribu per kilogram,  naik menjadi Rp70 ribu per kilogram.

Menurut Uty  Dani salah satu pedagang bawang rica dan tomat, naik turunnya harga di Pasar Barito   dipengaruhi  pasokan dari Manado dan Bitung. Hal ini  karena sebagian besar komoditas kebutuhan pokok didapatkan dari pedagang  dari  Sulawesi Utara.

“Harga yang terbilang stabil adalah rica karibo (cabai keriting,red) dan bawang putih masih  Rp50 ribu per kilo, tomat Rp12 ribu per kilo, dan lemon ikan Rp24 ribu per kilo. Masih sangat stabil,”ujarnya.

Hanya  saja diperkirakan  komoditas yang  masih stabil ini juga  anak  naik   jelang perayaan Nataru.

“Biasanya harga naik. Tergantung harga di pasar  Manado dan Bitung.Tinggal kita sesuaikan dengan  ongkos kirim,”ujarnya

Kenaikan harga ini  menurut Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Termasuk saat kunjungan Wakil Presiden ke Pasar Higienis Ternate beberapa waktu lalu.

Ketua TPID  Rizal Marsaoly, bilang  ini  dampak dari  kegagalan stabilisasi harga lewat  operasi pasar bersama instansi terkait.

“Kami lakukan pengecekan  langsung kondisi pasar dan  lakukan intervensi. Termasuk kepada para pemasok komoditas tersebut,” ujarnya, Jumat (12/12/2025) saat mengisi dialog di RRI Ternate.

Menurutnya, sebagian besar penyumbang inflasi komoditas berasal dari luar daerah. Karena itu ketika  pasokan terganggu  cuaca dan  distribusi, harga juga ikut naik.

Hal ini juga terungkap saat TPID Ternate, bersama Bank Indonesia, melakukan  Kunker ke TPID Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.

“Saat di Sulawesi Utara, kami baru  tahu  60% komoditas pangan di sana dipasok ke Kota Ternate. Ini menjadi dasar penting  memperkuat kerja sama agar kelangkaan komoditas dapat segera diantisipasi,” kata Rizal.

Beberapa waktu lalu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan yakni  bawang merah dan minyak goreng. Dalam operasi pasar, TPID bahkan menemukan  oknum pedagang  menaikkan harga secara sepihak.

“Kami akan  tindak  tegas para pihak yang menaikkan harga secara sepihak ,”  katanya.

TPID menjamin ketersediaan pangan di Kota Ternate tetap mencukupi  jelang Nataru. Ada beberapa daerah penyangga seperti Halmahera Barat dan Halmahera Timur terus memasok kebutuhan pangan ke Ternate. (aji)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *