Halmaherapedia– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mengumumkan akan melakukan pengurangan jam pelayanan pendistribusian air di dua kecamatan di Kota Tobelo Jumat, (14/08/2026).
Pengalihan distribusi air berlaku pada Sabtu 15 hingga 31 Agustus 2026. Langkah yang diambil oleh PDAM ini karena alasan antisipasi dampak El Nino terhadap sumber air yang mengalami penurunan. Distribusi/aliran air ke pelanggan awalnya 24 jam, kini menjadi 20 jam, yaitu dari pukul 00.00 WIT hingga 20.00 WIT. Selanjutnya, aliran dihentikan selama 4 jam, yaitu dari pukul 20.00 WIT hingga 00.00 WIT.
Adapun desa- desa yang terdampak terbagi pada dua kecamatan yaitu Kecamatan Tobelo, terdiri dari desa Gosoma, Gamsungi, Rawajaya, Gura, MKCM, Perumahan BTN, Perumahan Bhayangkara dan Perumahan Graha Permata Gosoma. Sedangkan untuk Tobelo Selatan yaitu Desa Wosia, Mahia, WKO, Tanjung Niara, Perumahan Residence Terminal Baru, Terminal Baru, Kalipitu dan Wosia TPI.
Direktur PDAM Halmahera Utara, Fauzi Daga, S. Ag dikonfirmasi Halmaherapedia via telepon WhatsApp menerangkan, bahwa akibat musim kemarau, berdampak langsung pada sumber air. Karena itu perlu dilakukan pembagian jalur distribusi pada beberapa wilayah di Kota Tobelo.
Ia juga menerangkan, khusus Kecamatan Tobelo dilakukan pembagian distribusi sesuai waktu yang telah disetujui.
“Musim kemarau panjang ini, berdampak ke fungsi sumber kita. Karena mengalami penurunan, maka kita siasati dengan kita petakan dan operasikan di jam-jam yang telah kami sepakati itu,” jelas Fauzi.
Untuk wilaya Tobelo Selatan sudah dilakukan upaya pembagian jalur, namun sumber air mengalami penurunan hampir satu meter sehingga harus dilakukan perbaikan menuju sumber air.
“Awalnya kita coba bagi jalur juga, tapi karena sumber air turun kurang lebih satu meter, jadi kita ambil langkah lakukan perbaikan menuju sumber air,” jelas Fauzi.
Dia lantas mengimbau masyarakat Tobelo yang terdampak pembagian jalur air bersih, agar menyiapkan penyimpanan air, agar di saat pembagian jalur selesai masyarakat sudah memeliki persediaan air.
“Kita bagi jalur ke wilayah mereka maka perlu menyiapakan persedian tempat air berupa drum, atau profil tank, agar begitu berakhir distribusnya dalam waktu tertentu air mereka tersedia,” imbaunya. (mg1)
Komentar