Kebudayaan Tak Sekadar Warisan, Tapi Fondasi Masa Depan Bangsa

Halmaherapdia- Dorong kesadaran berbudaya dan sejarah di Maluku Utara (Malut),  Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair)  menggelar Seminar Nasional. Seminar bertema “Pembangunan Kebudayaan dalam Revitalisasi Warisan Sejarah dan Budaya Lokal di Maluku Utara” ini berlangsung  di Aula Nuku, Kampus II Gambesi, Selasa (11/11) .

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama: Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Bambang Purwanto, M.A., akademisi IAIN Ternate Dr. Murid Tonirio, dan  Jou Hukum Soa Sio Kesultanan Ternate, Gunawan Yusuf Radjim. Seminar budaya ini juga  diikuti perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Malut, pemerintah daerah, komunitas seni dan sejarah, mahasiswa Unkhair, para guru dan siswa SMA/SMK.

Dekan FIB Unkhair, Dra. Nurprihatina Hasan, M.Hum menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional. Menurutnya kegiatan yang dilangsungkan menegaskan pentingnya memahami akar kebudayaan sebagai dasar pembangunan manusia. “Pembangunan kebudayaan pada hakikatnya adalah pembangunan manusia. Revitalisasi budaya berarti menghidupkan kembali nilai-nilai yang menuntun kita hidup seimbang dan berkarakter,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Dosen Sastra Inggris  ini juga menyinggung nilai-nilai luhur masyarakat Ternate yang berakar pada harmoni dan penghormatan terhadap sesama. Kata dia, dalam budaya Ternate, ada ungkapan bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk saling menghargai dan saling menjaga. Sehingga nilai ini menjadi roh dari kebudayaan Malut

la juga menjelaskan  filosofi adat Ternate Jou Se Ngofa Ngare atau Tuhan (Jou) dan manusia (Ngofa Ngare), memiliki makna mendalam. Ia mencontohkan anak-anak yang menghormati leluhur akan dijaga oleh Tuhan. “Pepatah ini mencerminkan bahwa menghargai sejarah dan budaya bukan hanya tugas akademisi, tapi tanggung jawab moral dan spiritual kita bersama,” tutupnya.

Sementara itu  Ketua Panitia. Dr. Umi Bajriah, M.A., menyampaikan seminar nasional yang diselenggarakan, bagian dari menyatukan langkah antar pemangku kepentingan dalam membangun kesadaran budaya lokal sebagai pondasi karakter bangsa.

“Tujuan seminar ini adalah mensinergikan wahana bersama untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan daerah, memperkuat karakter bangsa, dan menjadikan kebudayaan sebagai landasan pembangunan,” ujarnya.

Doktor Ilmu Sejarah ini menambahkan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dosen dan mahasiswa FIB Unkhair, serta dukungan RRI Ternate yang turut menyiarkan kegiatan secara langsung. Seminar ini juga melibatkan media lokal dan komunitas kreatif di Ternate dalam memperluas jangkauan publikasi.

“Kami sampaikan apresiasi pada pihak Universitas, terutama bidang keuangan, atas dukungannya. Juga kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini,” katanya dalam kesempatan itu.

Umi sapaan akrabnya berharap  kegiatan seminar nasional  ini menjadi awal dari gerakan bersama untuk merevitalisasi warisan sejarah dan budaya lokal sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.

“Semoga forum ini melahirkan kesadaran baru bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, tetapi fondasi bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.(ifal/pn)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *