Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkatkan
risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sehingga masyarakat perlu
melakukan perlindungan diri. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun bergerak
melakukan penanganan kesehatan di berbagai daerah sejak Jumat (21/8).
Jumlah warga yang berpotensi terkena ISPA menurut data Kemenkes 21 Agustus 2026
Sekitar 3 juta orang di provinsi terdampak karhutla seperti Jambi, Riau Sulsel Kalbar Kalteng Kalsel Kaltim
Adapun Gejala ISPA terdiri dari batuk, dan pilek sakit tenggorokan sesak nafas hidung tersumbat dan demam. Penyakit ISPA ini jika tidak segera ditangani, dapat menimbulkan komplikasi.
Cara melindungi diri agar terhindar dari ISPA adalah menggunakan masker saat kualitas udara
sedang buruk atau ketika bergejala. Batasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap akibat karhutla masih ada. Perbanyak istirahat dan kurangi melakukan aktivitas berat. Hindari kontak dengan orang
bergejala ISPA .Perbanyak minum air putih dan penuhi
kebutuhan gizi.
Terkait masalah ini, Kemenkes telah mendukung Mengirim 314 tenaga
kesehatan ke provinsi terdampak karhutla, terutama Kalteng dan Kalsel.
Mendistribusikan alat kesehatan, di antaranya: 278.940 lembar masker 56 unit
konsentrator oksigen 36 tabung oksigen portabel 8 set alat pelindung diri 33 dus makanan tambahan “
“Perlu kenali gejala ISPA dan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Jangan menunda berobat bila mengalami batuk yang tidak membaik, sesak napas,
atau keluhan lain yang mengganggu.”jelas Aji Muhawarman Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Kesehatan
Komentar