Home Headline Malut Kaya, Tapi Mahasiswa Nunggak Biaya Pendidikan
Headline

Malut Kaya, Tapi Mahasiswa Nunggak Biaya Pendidikan

Bagikan
iluatrasi mahasiwa
Bagikan

Rektor: Di Unkhari Nilainya Capai Rp22 Miliar

Halmaherapedia —Ini bisa  jadi kabar buruk bagi dunia pendidikan di Maluku Utara (Malut). Terutama lembaga pendidikan tinggi. Meskipun  Malut dikenal kaya raya, karena  miliki  sumberdaya alam darat dan laut melimpah.Namun demikian untuk urusan pendidikan tidak mendapatkan porsi   signifikan.Dari hasil sumberdaya alam yang diambil korporasi begitu besar tak ada impaknya bagi pendidikan tinggi.

Di perguruan tinggi  mahasiswa menunggak  biaya cukup besar. Di salah satu kampus negeri di Maluku Utara, yakni Universitas Khairun (Unkhair) mahasiswanya menunggak biaya pendidikan  mencapai Rp22 miliar.

Rektor Universitas Khairun Ternate Dr Ridha Ajam saat hadir dalam dialog Mencari Pemimpin Ideal Maluku Utara yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malut Jumat (10/5/2024) malam, mengungkap hal ini. Dia bilang dengan nilai hutang yang begitu besar, jika Unkhair sama sebuah perusahaan swasta atau badan usaha maka sudah dipastikan kolaps. ”Sangat besar hutang  yang dialami saat ini. Masalah serius yang kami hadapi,”katanya. Dia lantas mengatakan masalah ini, mungkin sedikit dipikirkan terutama elit dan pemimpin dan calon pemimpin di Maluku Utara padahal bicara kampus adalah bicara investasi generasi masa depan.

Karena kondisi ini, dia memberi harapan besar pada  mereka yang akan memimpin Maluku Utara  via kontestasi Pilkada 2024, punya  concern pada dunia pendidikan terutama  dalam urusan beasiswa  untuk membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan.

Dia bilang di tengah Maluku Utara  kaya raya, contoh saja tahun ini  perusahaan tambang mengekploitasi pulau Obi, membukukan laba bersih hingga Rp6 Triliun lebih jika secuil saja menetes untuk pendidikan anak- anak Malut maka sudah cukup memberi harapan masa depan generasi.

”Kami sudah hitung tidak banyak  untuk memberi beasiswa secara keseluruhan mahasiswa nilainya mentok Rp300 miliar,” katanya. Dengan nilai itu daerah dengan pemimpin yang punya keberpihakan pada pendidikan  perlu mendorong  daerah juga kebagian kekayaan alam yang dieksploitasi tersebut.

Sekadar diketahui, belakangan ini persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara nasional memunculkan gejolak di berbagai kampus di Indonesia. Mahasiswa dan BEM ramai-ramai memprotes kenaikan UKT tersebut karena dianggap sangat memberatkan. Penyesuaian UKT ini dilakukan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) No. 2 Tahun 2024.(aji/red)

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
HeadlineSejarah dan Budaya

Dari Pala hingga Tenun Koloncucu, Kekayaan Komunal Menyebar dari Pulau ke Pulau

 Halmaherapedia— Dari harum pala yang tumbuh di tanah rempah hingga lembaran kain...

HeadlineKota Ternate

Dampak Karhutla Infeksi Saluran Pernapasan Akut Meningkat

Halmaherapedia-- Dinas Kesehatan Kota Ternate merilis dampak kebakaran hutan dan lahan di...

HeadlinePolmasSejarah dan Budaya

Merawat Keberagaman Lewat Ikatan Basudara dan Falsafah “Ale Rasa Beta Rasa”

Falsafah “Ale Rasa Beta Rasa” menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk...

DaerahHeadlinePolmas

Penurunan Stunting di Kepsul Halmahera Utara Masih Rendah

Halmaherapedia— Upaya percepatan penurunan stunting di Maluku Utara masih menghadapi sejumlah persoalan....