Jakarta, 15/6 (ANTARA) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan secara rata-rata nasional, progres pembangunan sekolah rakyat di berbagai wilayah Indonesia telah mencapai 78 persen.
“Kita tetap optimistis. Minimum gedung SD, SMP, dan SMA bisa kita selesaikan dulu agar adik-adik bisa masuk ke sekolah yang baru di tahun ajaran baru pada Juli nanti. Kalaupun ada beberapa tempat yang belum 100 persen tuntas, minimal harus sudah fungsional,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Fokus utama Kementerian PU saat ini adalah memastikan gedung-gedung utama, yakni tingkat SD, SMP, dan SMA, bisa fungsional untuk digunakan pada pertengahan Juli.
Dody menyoroti keberhasilan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah yang kini telah masuk ke dalam “zona hijau” atau sesuai target perencanaan.
Padahal, proyek ini sempat terhambat akibat kerusakan jalan desa yang dilalui kendaraan berat proyek.
“Hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik selalu menemui kendala serupa. Jalan desa atau kabupaten biasanya bukan jalan yang layak dilewati alat berat. Oleh karena itu, para penyedia jasa (kontraktor) memang harus mengeluarkan upaya ekstra, semacam CSR, untuk menyiapkan atau memperbaiki jalan kerjanya terlebih dahulu,” katanya.
Dody mencontohkan kendala serupa juga terjadi di Brebes, yang mana pihak pelaksana sampai harus membangun jembatan bailey sementara.
“Hal itu agar distribusi logistik tidak mengganggu aktivitas warga setempat,” ujarnya.
Khusus untuk pekerjaan di Sukoharjo, Dody menargetkan kesiapan fisik bisa mencapai lebih dari 90 persen saat target waktu tersebut tiba.
Dody juga memetakan perbedaan tantangan pembangunan SR di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Di Sukoharjo dan wilayah Jawa lainnya, tantangan terbesar saat ini berada pada fase arsitektural dan finishing.
“Fase ini membutuhkan waktu paling lama karena sangat bergantung pada detail dan ketersediaan tenaga kerja terampil,” katanya.
Sementara itu, untuk proyek SR di luar Jawa seperti Sumatera, Maluku, dan Sulawesi, kendala utamanya adalah infrastruktur logistik.
“Masalahnya ada pada akses jalan logistik dari pelabuhan atau bandara terdekat sampai ke titik lokasi sekolah rakyat. Setiap tempat punya masalah sendiri, dan satu per satu kita cari solusinya agar akhir Juni ini benar-benar bisa selesai,” ujar Dody.
Pembangunan masif sekolah rakyat ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Dirinya menekankan bahwa ini adalah amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui jalur pendidikan.
Pewarta : Suharsana Aji Sasra J C
Editor : Kelik Dewanto
Komentar