Halmaherapedia.com—Pelakasanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 H (2026 masehi) selama sebulan penuh bagi ummat Islam, tinggal menghitung hari. Aktivitas di bulan suci itu, ikut mengerek produksi sampah di Kota Ternate. Data Dinas Lingkungan pada tahun-tahun sebelumnya menunjukan, peningkatan voume sampah naik hingga 100 persen. Data 2025 menunjukan, volume sampah meningkat hingga 200 ton dari hari biasanya antara 100- hingga 120 ton.
Volume sampah selama ramadan selalu meningkat dibanding bulan-bulan lain. Sampah yang produksi masyarakat itu tersebar di pasar, jalan-jalan protokol dan lorong-lorong, sehingga pengangkutannya tidak bisa dilakukan hanya sekali. Produksi sampah ini mengalami peningkatan di kawasan pasar, dan jalan- jalan protocol yang menjadi pusat jajanan buka puasa.
Mengatasi volume sampah selama Ramadhan 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate menyiapkan beberapa langkah memaksimalkan rute dan jadwal operasional. Tidak itu saja pihak DLH berjanji meningkatkan kinerja petugas di lapangan.
Plt Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad, kepada media mengatakan, setiap Ramadhan aktivitas masyarakat meningkat, sehingga produksi sampah cenderung meningkat.
“Ada langkah strategis dilakukan untuk mengatasi volume sampah yang meningkat tersebut. Misalnya memperkuat proses pengangkutan, mengatur ulang rute angkut serta memaksimalkan kinerja petugas,”jelasnya.
Menurutnya, aktivitas masyarakat lebih banyak pada malam hari, maka selama Ramadhan pengangkutan sampah dilakukan malam hari. Peningkatan volume sampah biasanya terjadi di kawasan pusat jasa dan perdagangan, terutama pasar yang menjadi tempat berkumpulnya warga.
“Hari biasa, sampah yang diangkut ke TPA mencapai 100-120 ton per hari. Di momen Ramadhan dipastikan bertambah,” ujarnya.
Karena itu Pemkot melalui DLH meminta dukungan masyarakat menangani sampah dengan membuangnya tempat yang sudah tersedia. Tidak itu saja, menaati juga jadwal buang sampah, dengan tidak membuangnya di pagi hari.(aji)

















