Halmaherapedia.com— Konektivitas antarwilayah di Maluku Uatra menjadi hal krusial. Terdiri dari pulau-pulau dan dipisahkan laut, akses dengan kapal laut menjadi hal yang paling mungkin dilakukan.
Karena itu juga saat ini KM Sabuk Nusantara 115 telah melebarkan wilayah jangkauannya sandar di Pelabuhan Galela Kabupaten Halmahera Utara Rabu (15/1/2026). Kedatangan kapal ini disambut antusias masyarakat dan pemerintah. Aktivitas penumpang naik dan turun kapal serta bongkar muat barang berlangsung sejak kapal merapat di dermaga.
Disambut juga pemerintah daerah Halmahera Utara melalui Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad. Usai menyambut kedatangan kapal,Kasman menyampaikan harapan besar dengan hadirnya kapal perintis ini. Menurutnya, kapal ini tak sekadar sarana transportasi, tetapi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sektor-sektor strategis di daerah.
“Kita semua memiliki harapan adanya kapal ini, ekonomi bertumbuh dan masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai sarana pengembangan usaha. Baik di bidang ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan sektor lain yang bisa tumbuh dengan cepat,” kata Kasman seperti dikutip dari akun pribadi facebook Kasman Haji Ahmad.
Baginya kapal perintis ini penting bagi masyarakat kepulauan yang bergantung pada transportasi laut. Baik untuk mobilitas orang maupun distribusi barang.

“Harapannya membuka akses yang lebih luas dan merata, terutama di wilayah-wilayah yang masih terbatas sarana transportasinya,” katanya.
Kesempatan itu dia turut menyentil filosofi laut sebagai ruang penghubung, bukan pemisah antarwilayah dan antarmasyarakat.
“Dengan kapal ini, laut adalah penghubung harapan semua orang,”tulisnya.
KM Sabuk Nusantara 115 ini melayari sejumlah pelabuhan di wilayah Maluku Utara dan sekitarnya, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Masuknya kapala ke Pelabuhan Galela sebagai salah satu titik sandar dinilai akan memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi lokal, khususnya sektor perikanan, pertanian, dan perdagangan antarpulau.
Pemerintah daerah juga berharap operasional kapal ke wilayah ini berjalan rutin dan berkelanjutan, sehingga benar-benar menjadi penghubung harapan dan pendorong pemerataan pembangunan di wilayah Halmahera Utara dan Maluku Utara umumnya.(khotu-91)











