Usung Tema Malut Dalam Gempuran Tambang
Halmaherapedia.com— Himpunan Mahasiswa (Himasylva) Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, menorehkan prestasi dalam bidang desain grafis dalam Lokakarya Sylva Indonesia (LKSI) 2026. Lomba yang dilaksanakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) karena juga sebagai tuan rumah itu, HimaSylva meraih juara 1. Para mahasiswa Himasylva bersaing dengan 30 Kampus Kehutanan se-Indonesia.
Ketua Umum Himasylva Unkhair, Fina Walaidah, mengatakan, LKSI dirancang untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas kader Sylva Indonesia. Kegiatan ini juga berfokus pada aksi mitigasi perubahan iklim melalui pendekatan perhutanan sosial dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi.
“Tujuannya membangun kader Sylva Indonesia yang berperspektif aksi mitigasi perubahan iklim,” ujar Fina Walaidah Kamis (15/1/2026).
LKSI tahun ini katanya, mengangkat tema “Reaktualisasi Pendekatan Sosial dalam Pengelolaan Hutan di Indonesia untuk Mendukung Mitigasi Perubahan Iklim serta Menjawab Tantangan Pangan, Energi, dan Air”.
Koordinator Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Unkhair, Dr. Andy Kurniawan, S.Hut., M.Sc, menjelaskan, LKSI adalah forum nasional yang rutin mempertemukan himpunan mahasiswa kehutanan dari seluruh Indonesia. Baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.
“Capaian juara satu ini menunjukkan keaktifan dan semangat mahasiswa Unkhair mengikuti ajang nasional meski terbatas dukungan anggaran,” ungkapnya.
Dalam ajang kali ini Himasylva Unkhair, mengirimkan delapan delegasi yang terdiri dari dua tim dalam mengikuti rangkaian lokakarya. Satu tim tampil gemilang dalam lomba desain grafis yang mengangkat isu pertambangan di Maluku Utara. Tim yang diketuai Muhammad Rafy Rery bersama Erlan Muhidin, Ibnu Aries Sangadji, dan Fazar Ramadhan Hasan itu berhasil menyabet juara satu.
“Isu ini diangkat karena melihat Maluku Utara di tengah gempuran ekstraksi tambang masih memiliki peluang penerapan sistem pengelolaan lahan yang lebih lestari dan berkelanjutan tanpa menghilangkan nilai ekonomis, serta terpenting menjaga Maluku Utara tetap hijau,” ujar Fina. (mg1)











