Halmaherapedia – Ancaman kepunahan bahasa-bahasa daerah di Maluku Utara terbilang serius. Karena itu perlu tanggung jawab semua pihak menghidupkan bahasa daerahnya masing-masing.
Di Ternate penggunaan bahasa juga mulai tergerus. Bahkan di Ternate Utara hingga ke Ternate Barat dan Pulau, bahasa Ternate tidak lagi jadi bahasa nomor satu di rumah.
Soal ini, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib menegaskan, semua pihak memiliki tanggung jawab melakukan revitalisasi bahasa Ternate.Tujuanya mengantisipasi adanya potensi kepunahan bahasa daerah yang ada .
Saat hadir dalam kegiatan program Obrolan Budaya dengan tema “Pelestarian Bahasa Daerah Sejak Dini,” di Pendopo Benteng Oranje Ternate, Selasa (9/12/2025).
Rinto mengatakan, perkembangan transformasi digital membawa perubahan gaya hidup dan pola interaksi social. Hal ini turut berdampak pada bahasa yang digunakan masyarakat sehari-hari.
“Kita perlu hidupkan bahasa daerah, khususnya Bahasa Ternate. Jika ini dilakukan bahasa Ternate bisa selamat dari ancaman kepunahan. Semua pihak bertanggung jawab soal ini,”ujar Rinto.
Dia bilang lagi, urusan bahasa di bawah Dinas Kebudayaan telah masuk kurikulum sekolah melalui muatan lokal. Namun tantangan muncul akibat berkurangnya tenaga pendidik di tengah kebijakan P3K.
“Guru bahasa daerah yang lolos seleksi P3K justru ditempatkan bukan sebagai guru bahasa daerah. Ini harus jadi perhatian agar mendidik tenaga pendidik dapat memastikan minat pengajaran bahasa daerah,” katanya.
Di tempat yang sama Widyabasa Ahli Pertama Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Damaz Aristy Sisvareza, mengungkapkan sejak 2022 gagal menjalankan program prioritas Kementerian mengenai revitalisasi bahasa daerah.
“Bahasa Ternate jadi salah satu target. Kami berharap muncul tunas- tunas muda yang melestarikan bahasa daerahnya,” ujarnya.
Balai Bahasa sendiri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penyusunan modul bahasa daerah serta pelaksanaan bimbingan teknis bagi pengajar utama melibatkan penutur asli Bahasa Ternate.
“Kami kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dalam mengabdikan guru. Sejak 2022-2024 kami telah laksanakan bimbingan teknis pengajar utama Bahasa Ternate guna melatih para guru penutur asli yang berdampak kepada siswa dan rekan sejawat,” ujar Aristy,

















