Tuan Guru, Abdullah bin Qadhi Abdussalam Minta Diusul jadi Pahlawan Nasional

Halmaherapedia–  Di Afrika Selatan, tepatnya di Dorp Street, Cape Town, berdiri  Masjid Auwal. Konon, masjid ini didirikan oleh Tuan Guru, seorang ulama termasyhur asal Tidore, Maluku. Masjid Auwal menjadi simbol penyebaran Islam dan perjuangan dakwah di tanah pengasingan. Masjid ini juga masih digunakan dan sudah beberapa kali dipugar.

Tuan Guru atau dikenal dengan Abdullah bin Qadhi Abdussalam   merupakan keturunan ‘sendok emas’ dari Kesultanan Tidore. Ia  sosok yang sangat lantang memberikan perlawanan terhadap VOC. Saking vokalnya, pemerintah Hindia Belanda  membuangnya ke Cape Town karena dianggap sebagai ancaman. Tuan Guru diasingkan ke Pulau Roben di usianya yang sudah senja. Ia harus mendekam di balik jeruji besi begitu lama. Namun, hebatnya, ia masih mampu menghafal Al-Qur’an dan menuliskannya. Setelah kurang lebih 12 tahun dipenjara, ia dibebaskan. Sayangnya, Tuan Guru dilarang kembali ke Tidore. Ia hanya diizinkan menetap di Cape Town.

Akhirnya, ia menyebarkan agama Islam di sana kepada para budak, mendirikan madrasah dan masjid hingga ajal menjemput. Tuan Guru wafat pada 1807 dan dimakamkan di Tana Baru, sebuah kompleks pemakaman Muslin pertama di Cape Town.

Tuan Guru menjadi sosok yang sangat berjasa dalam lahir dan tumbuhnya Islam di Cape Town. Selain masjid, ia juga merupakan orang di balik hadirnya madrasah pertama di Cape Town yang didirikan pada 1793. Pengaruh sang Imam di Afrika Selatan dalam pendidikan Islam sangat besar. Kini, makin banyak lembaga pendidikan Islam dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi yang didirikan.

Manuskrip Al-Qur’an tertua yang ditemukan di Afrika Selatan pun dikatakan merupakan tulisan tangan Tuan Guru. Tinta dan kertas yang dipakai kabarnya serupa dengan yang dipakai oleh orang Belanda. Melansir dari BBC, penemuan Al-Qur’an bersejarah itu terjadi saat para pekerja membongkar loteng Masjid Auwal pada pertengahan tahun 1980-an. Al-Qur’an itu belum dijilid. Tiap lembar dari halamannya pun lepas dan tidak ada nomor di dalamnya.

Demi melestarikan artefak bersejarah ini, ulama dan masyarakat setempat menyusun urutan lembaran Al-Qur’an itu, lalu dijilid. Prosesnya memakan waktu hingga tiga tahun. Uniknya, Al-Qur’an ini sempat tiga kali mengalami upaya pencurian. Akhirnya, demi keamanan, Al-Qur’an tersebut ditempatkan di kotak anti api dan peluru. Bukan hanya kitab suci Al-Qur’an, Tuan guru juga menulis buku teks berbahasa Arab setebal 613 halaman bertajuk Ma’rifat wal Iman wal Islam. Buku ini berisikan panduan dasar soal keyakinan Islam—dipakai selama lebih dari 100 tahun untuk mengajarkan umat Muslim di Cape Town tentang iman mereka. Kini, buku tersebut disimpan oleh keturunan Tuan Guru. Sementara itu, replikanya disimpan di Perpustakaan Nasional Cape Town. (https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/07/31/jejak-islam-di-afrika-selatan-ternyata-dibawa-oleh-tuan-guru-ulama-termasyhur-asal-tidore)

Kiprah Tuan Guru,  Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadly Zon berjanji  mendukung Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan  mengusulkannya menjadi pahlawan nasional.  Menteri Kebudayaan RI Fadly Zon saat memberikan sambutan  kunjungan di Kedaton Kesultanan Tidore, Kamis (27/11.2025) menyampaikan  Tuan Guru ini sangat terkenal di Afrika Selatan yang sudah menjadi Pahlawan Nasional, sehingga  turut mendukung agar Pemerintah Kota Tidore maupun Provinsi Maluku Utara   mengusulkan sesuai prosedur   agar tuan guru Tidore menjadi pahlawan nasional

Dia menambahkan selain Tuan Guru Tidore, Tidore juga memiliki pahlawan nasional yang sangat berjasa untuk NKRI, seperti Perjuangan Sultan Zainal Abidin Sjah yang sangat luar biasa di masa lalu dengan mempertahankan Tidore dan Papua masuk menjadi bagian dari NKRI.

“Saya berharap dengan adanya pengakuan dari Negara kepada Sultan Zainal Abidin Sjah, maka kita bisa menghidupkan kembali   perjuangan beliau dengan membuat museum pahlawan nasional sehingga perjuangan- perjuangan Sultan Zainal Abidin Sjah bisa kembali hidup di kalangan masyarakat Maluku Utara terutama Kota Tidore Kepulauan,” kata Fadli Zon.

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen  menyampaikan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah menyusun sejumlah rencana strategis  memajukan sektor kebudayaan, sejarah, dan pariwisata   di Kota Tidore.

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos  mengatakan Pemprov Malut akan berkolaborasi dan bekerjasama dengan Pemda Kota Tidore maupun kesultanan Tidore agar segera mengusulkan Tuan Guru sebagai Pahlawan Nasional, karena Tuan Guru juga sangat dikenal di Afrika Selatan bahkan telah menjadi Pahlawan Nasional di Afrika Selatan.

“Kami   akan menunggu usulan   Pemerintah Daerah dan Kesultanan Tidore  melengkapi dokumen yang nantinya diusulkan tuan guru sebagai Pahlawan Nasional,” sambung Sherly.

Sultan Tidore Husain Sjah juga mengajak para tokoh di Maluku Utara  memperkuat persatuan dan menjaga silaturahmi, karena kebersamaan para tokoh daerah ini memiliki pengaruh yang besar terhadap kemajuan Maluku Utara serta memberikan dampak Positif bagi Masyarakat. “Dengan Bersatu dan mempererat tali silaturahmi, Maluku Utara kedepan bisa lebih baik dan maju, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak yang positifnya,” kata Sultan Tidore.( aji)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *